BERAPA BIAYA MENUTUPI FAKTA BUMI ITU DATAR DAN TAK BEROTASI?
September 29, 2025 | by Irman Ahmad
Perlahan kubuka laptop tua yang telah menemaniku lebih dari sepuluh tahun, cukup tua namun masih bisa dipakai mengarungi dunia maya yang semakin canggih. Seperti biasa, kubuka chrome dan browsing info-info seputar politik dan keuangan.
Gebrakan menteri keuangan menjadi topik hangat dan banyak diulas oleh media-media online dan saya cukup takjub dengan gebrakan dia sejak menjabat. Lalu perhatianku beralih ke perbincangan teman-teman di tik tok tentang bumi datar, sambil menghisap rokok herbal FE saya coba browsing ekperimen yang membuktikan permukaan bumi datar dan tidak melengkung, namun sangat sulit menemukannya, bahkan yang muncul di list pencarian google malah bantahan-bantahan atas eksperimen flat eathers.
Mengapa bisa seperti itu? Saya coba membuka beberapa website yang menulis tentang bantahan-bantahan terhadap teori bumi datar, ada beberapa website yang cukup menjadi perhatian saya yaitu bumidatar.id flatearth.ws dan beberapa website yang domain flatearth dot (kode negara) lainnya yang isinya hampir sama, beda hanya pada bahasa. Saya jadi berfikir, siapa yang membiayai website-website tersebut? Belum lagi banyaknya tulisan dan visual tentang bumi datar yang di banned dan tidak muncul di mesin pencarian semakin memperbesar pertanyaan, SIAPA YANG MEMBIAYAI SEMUA ITU?
Sepertinya masih panjang waktu yang dibutuhkan untuk membuka kesadaran bahwa ada KEKUASAAN yang mengontrol PENGETAHUAN yang harus disajikan oleh media-media di dunia ini.