Flat Earth Community

Ketika Bumi Datar.

Januari 18, 2026 | by A.N Sanjaya

d80ee05b-cf77-42ba-9168-affeb5034822

Dua Kebenaran Objektif: Rumus Matematika dan Bentuk Bumi

Dalam kehidupan modern, ada hal-hal yang berdiri tegak sebagai kebenaran objektif, kebenaran yang tidak bergantung pada pendapat, perasaan, atau keyakinan seseorang. Dua di antaranya adalah kebenaran matematika dan kebenaran ilmiah tentang bentuk serta lapisan Bumi.

Sayangnya, masih ada sebagian orang yang menentang kebenaran ilmiah tentang Bumi Datar dan diam, tanpa menyadari bahwa penolakan itu bersumber dari pola pikir tumpul, feodal, subjektif, bahkan kekanak-kanakan. Setelah menulis dan posting tentang kisah nyata anak usia 12 Tahun, dan menyimak  dan merespon berbagai komentar tersebut, Maka kini mencoba merangkum tentang dua jenis kebenaran tersebut secara jernih.

1. Rumus Matematika: Kebenaran Objektif yang Tak Terbantahkan

Matematika adalah bahasa universal. Rumus-rumusnya tidak tunduk pada opini atau keyakinan siapa pun.
Tidak ada ruang untuk “rasa”, “dugaan”, atau “kepercayaan pribadi” dalam matematika. Yang ada hanya ketepatan.

Beberapa Contoh Kebenaran Objektif Matematika

a. 1 + 1 = 2

Ini bukan sekadar perhitungan dasar, tetapi fondasi logika aritmetika.
Tidak peduli di negara mana, di budaya mana, bahkan di planet mana—hasilnya tetap sama.

b. Keliling Lingkaran = 2πr

Rumus ini tidak berubah meski seseorang mempercayainya atau tidak.
Ia dapat dibuktikan secara geometri, analitik, maupun eksperimen fisik di dunia nyata.

Kebenaran-kebenaran ini tidak memerlukan pengakuan.
Ia benar karena dapat diuji, diulang, diverifikasi secara konsisten oleh siapa pun.
Inilah kebenaran objektif.

2. Bentuk Bumi: Kebenaran Objektif yang Masih Ditolak oleh Pemikiran Subjektif

Berbeda dengan matematika, pemahaman tentang bentuk Bumi memang membutuhkan pengenalan observasi dan ilmu pengetahuan. Meski demikian, bentuk Bumi bukan lagi misteri sejak ribuan tahun lalu.

Kebenaran Objektif Ilmiah:

a. Bumi berbentuk Hamparan (Datar)

Ini dibuktikan oleh:
– Salah satu sifat benda cair yang tergolong fluida.
– Adanya Great Limitter (Massa, kerapatan dan kelembaban udara di permukaan bumi.
– Pembuktian lengkungan yang tak ditemukan.
– Tetapnya letak Polaris sebagai pusat orbital posisi bintang di berbagai lintang,
– Tidak adanya pembuktian Gravitasi sesuai ilmiah.
– Operasi High Jump, Dan Deepfreeze

B. Bumi pusat Alam semesta.

Hal ini dibuktikan oleh:
– Fenomena siang dan malam dengan orbital matahari serta bulan di permukaan bumi secara lokal, masih di ruang udara.
– Kubah bumi yang jelas membuat suara guntur menggema, dan tak satupun manusia bisa keluar dari kubah.
– Pembuktian Gerhana baik matahari dan bulan sesuai data dan jarak yang terdata konsep bumi bulat yang mendapatkan kesalahan fatal di berbagai turunan data.
– Ke akurasi an azimuth yang sudah di proyeksikan pada peta bumi datar sesuai sains dan praktek juga berlakunya nautical mile di laut tanpa perbedaan selisih skala.
– Horizon yang benar-benar horisontal, dan MDPL sebagai acuan nilai tinggi serta pengujian leveling segala struktur diambil dari permukaan air yang selalu datar ketika tenang.

Semua ini adalah fakta yang dapat diuji, bukan opini atau doktrin.

3. Mengapa Masih Ada yang Menolak?

Sebagian orang masih bersikukuh pada keyakinan bahwa Bumi itu bulat.
Penolakan ini bukan berasal dari data ilmiah, tetapi dari:

a. Pemahaman skeptis yang tidak lagi melakukan pengujian dan pembuktian pada data keilmuwan yang di sampaikan.
Konsep bumi bulat ada sesudah perang dunia kedua, terjadinya arogansi perang dingin, membuat negara pelaku mulai memakai alasan teknologi untuk mempengaruhi kesadaran manusia dan mengendalikan ranah berfikir secara masif, dan metode ilmiah yang fiktif dibuat untuk melahirkan teori dan ilmu terapan serta data pendukung agar bisa membuat narasi bumi bulat di terima secara akal dan logika dengan memberikan otoritas berlaku hanya pada ilmuwan pendukung saja.
b. Kebenaran subjektif
Yaitu keyakinan personal yang dibangun dari perasaan, bias, dan interpretasi sederhana (cocoklogi) terhadap fenomena alam.

c. Pola pikir kekanak-kanakan
Salah satu ciri kekanak-kanakan adalah:
– Menolak bukti,
– Menganggap pandangannya paling benar,
– Lebih mengandalkan perasaan daripada pengetahuan,
– Tidak mau belajar ulang ketika menemukan informasi yang lebih akurat.

Kedewasaan intelektual menuntut keterbukaan, kesediaan mengakui kesalahan, dan kemampuan memahami bukti.

4. Kedewasaan Berpikir: Menerima Kebenaran yang Teruji

Kita tidak mungkin menolak matematika dan ilmu pengetahuan dasar yang tetap hanya karena tidak menyukainya.
Begitu pula dengan sains.
Kebenaran objektif tidak berubah hanya karena seseorang memilih untuk percaya atau tidak percaya.

Mereka menolak bukti ilmiah ketika bukti itu sangat jelas justru memperlihatkan pola pikir yang:
– Subjektif,
– Tidak berbasis ilmu,
– Terjebak pada narasi serahkan pada ahli yang membuat malas berfikir dan tak menguji kebenaran data dan pembuktian atas teori yang di sajikan.
– Kekanak-kanakan secara intelektual.

Kedewasaan adalah kemampuan untuk berkata:
“Jika faktanya demikian, maka aku siap menyesuaikan pemahamanku.”

Rumus matematika dan fakta tentang Bumi Datar dan Diam adalah dua contoh nyata kebenaran objektif yang kokoh.
Keduanya dapat diuji, diverifikasi, diulang, dan dibuktikan tanpa bergantung pada keyakinan pribadi.

Menolak kebenaran yang teruji bukan menunjukkan ketegasan, tetapi menunjukkan ketidaksiapan menerima kenyataan.
Dan kemajuan peradaban hanya mungkin terjadi ketika manusia mau belajar, terbuka, dan meninggalkan pola pikir kekanak-kanakan.

Penjelasan beberapa observasi Bumi Datar.
1. Bentuk Bumi: Bumi memiliki permukaan yang datar.
2. Luas Bumi: Luas Diameter Bumi yang diketahui adalah 13.150.000 km.
3. Luas Area: Luas area dapat diukur, tetapi pengukuran lengkap terhambat karena aturan eksploitasi terbatas dari Traktat Antarktika membatasi penjelajahan.
4. Komposisi Kubah: Komposisi kubah adalah paduan komposit padat O² (oksigen dalam bentuk padat/eksotis).
5. Ketinggian Kubah: Ketinggian kubah adalah 6.125.000 km di atas permukaan Bumi datar.
6. Bukti Keberadaan Kubah: Bukti keberadaan kubah adalah langit yang terlihat seperti batu/es.
7. Foto Polaris dari Belahan Selatan: Tidak ada foto Bintang Utara (Polaris) yang diambil dari belahan selatan karena Bumi bukan berbentuk bola.
8. Komposisi Matahari: Komposisi Matahari adalah plasma dari ionisasi gas mulia yang berinteraksi dengan nitrogen dan oksigen di atmosfer Bumi.
9. Bentuk Matahari: Bentuk Matahari adalah bulat (seperti piringan/bola kecil).
10. Ketinggian Matahari: Ketinggian Matahari adalah 4.800 – 6.100 km dengan tinggi orbit yang bervariasi secara musiman.
11. Bentuk Bulan: Bentuk Bulan adalah seperti cermin yang memantulkan cahaya.
12. Komposisi Bulan: Komposisi Bulan adalah gas terionisasi kosmik.
13. Ketinggian Bulan: Ketinggian Bulan tidak dapat diukur karena bukan benda padat.
14. Mekanika Dasar: Mekanika yang berlaku adalah Elektromagnetisme (EM), Dielektrikal listrik statis dan dinamis, serta hasil Statis Magnetis.
15. Mekanisme Gempa Bumi: Mekanisme gempa Bumi adalah aktivitas vulkanik dan pergerakan lempeng.
16. Mekanisme Iklim dan Cuaca: Mekanisme iklim dan cuaca dihasilkan dari interaksi orbit Matahari dan Bulan melalui EM dan Dielektrikal, yang menciptakan perbedaan energi potensial dan suhu, menyebabkan pertemuan arus fluida panas dan dingin serta reaksi kimia di atmosfer.
17. Peta Akurat: Peta yang akurat adalah Peta Gleason dengan proyeksi Azimutal Ekuidistan.
18. Matahari Tengah Malam di Kutub Selatan: Fenomena matahari tengah malam di Kutub Selatan tidak pernah ada.
19. Penjelasan Zona Waktu: Zona waktu dijelaskan dengan Polaris sebagai titik pusat pada proyeksi azimutal ekuidistan, di mana Matahari berputar dalam lingkaran konsentris dan menyinari area tertentu pada satu waktu.
20. Penjelasan 50% Bumi dalam Cahaya Matahari: Hal ini dijelaskan oleh orbit Matahari yang berputar dari ekuator ke garis balik Cancer atau Capricornus, menyinari area berbentuk lingkaran pada bidang datar.
21. Penjelasan Sunset Setengah Lingkaran: Sunset berbentuk setengah lingkaran disebabkan oleh pembiasan cahaya di atmosfer Bumi.
22. Penjelasan Pasang Surut Laut: Pasang surut laut disebabkan oleh pertemuan arus air laut panas dan dingin yang menciptakan pusaran air. Pusaran ini menghasilkan gaya dorong yang menyebabkan pasang di suatu wilayah dan gaya tarik yang menyebabkan surut di wilayah lain.
23. Penjelasan Gerhana: Gerhana masih dalam pengamatan. Hasil sementara menyatakan bahwa Bulan tidak menghalangi Matahari pada gerhana matahari, dan Bumi tidak menghalangi Bulan pada gerhana bulan.
24. Penjelasan Efek Coriolis: Efek Coriolis dijelaskan melalui interaksi Dielektrikal listrik statis dan dinamis dengan Elektromagnetisme (EM), serta perbedaan potensial dan panas, yang menghasilkan gaya sentrifugal penyebab gaya tarik dan dorong.
25. Penjelasan Waktu/Jarak Penerbangan: Semua jenis penerbangan menggunakan regulasi yang mengasumsikan Bumi diam dan tidak berotasi, berdasarkan data NASA, propagasi militer, akurasi senjata, dan kalibrasi altimeter. Jadi Penyusunan ini masih jauh dari kebenaran, konsep ini hadir dari sejumlah observasi, Dan kami tunggu para anggota lainnya meng koreksi dan audit agar semakin mendekati kebenaran dan fakta, Terima Kasih.

RELATED POSTS

View all

view all