Memahami bentuk bumi seperti bola teramat sulit untuk bisa difahami oleh logika dasar manusia. Salah satu penyebabnya adalah kebingunan menentukan arah atas dan bawah karena perbedaan posisi pada masing-masing permukaan bola. Banyak asumsi yang dipakai para globers untuk menjelaskan kebingungan mereka, salah satunya adalah Victor Pakpahan yang mana memberi penjelasan ” Karena kita tidak bisa pakai logika DI DALAM BUMI untuk memahami cara kerja ALAM SEMESTA (gambaran besarnya). Alam semesta (ruang angkasa) itu teramat luas. Ruangnya kosong, yang 90-an % lebih bagian/komposisinya terdiri dari dark matter dan dark energy misterius. Sementara partikel atom (gas, planet, bintang dan asteroid) itu diestimasikan cuma sekitar 4% “. Penjelasan lain yang dikemukakan oleh kebanyakan globers karena gravitasi. (Source : https://id.quora.com/Kalau-bumi-itu-berbentuk-bulat-mengapa-orang-yang-berada-dibagian-bawah-lingkaran-bumi-tidak-merasa-berjalan-terbalik-dengan-posisi-langit-berada-di-bawah)

Sayangnya, semua penjelasan para globers tidak bisa diterima logika. Jika bisa saya sederhanakan jawaban mereka ” Jangan melihat dari luar bumi karena kita berada dipermukaan bumi “. Jawaban seperti itu tidak pernah sinkron dengan penjelasan lain jika mereka berbicara tentang bentuk bumi yang ditampilkan oleh para astronot ataupun video animasi yang ditampilkan oleh ISS.
RELATED POSTS
View all